Filler VS Trend Kecantikan Anti Aging Lain

Kebanyakan orang bingung antara melakukan filler dengan perawatan yang lebih populer menggunakan botox. Meskipun keduanya sama – sama menggunakan metode penyuntikan di beberapa area di wajah. Botox umumnya diberikan pada bagian atas area wajah, sementara filler adalah untuk bagian bawah. Karena kedua prosedur melengkapi satu sama lain biasanya banyak orang yang ingin mendapatkan kedua perawatan untuk membuat tampilan wajah lebih muda.

Penyuntikan botox dapat membuat otot-otot wajah dan syaraf menjadi lebih rileks.dan hasil pemberian botox dapat membuat wajah berubah,garis dan kerutan yang disebabkan oleh gerakan wajah menjadi berkurang. Botox biasanya disuntikkan di sekitar daerah dahi untuk mengatasi kerutan vertikal antara alis,garis khawatir horizontal di dahi dan garis di sudut mata. Botox juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan asimetri wajah.

Filler adalah suntikan kecil di tingkat subdermal di bawah permukaan kulit yang mengisi area wajah, memberikan efek halus dan kenyal. Dermal filler berfungsi untuk mencegah kerutan dan lipatan, bahkan mengubah kontur wajah seseorang.filler biasanya disuntikkan di wajah, leher dan tangan.

Anda harus mempertimbangkan jenis filler jika anda memiliki garis-garis dalam nasolabial serta garis atau kerutan di sekitar mata dan alis. Filler juga merupakan pilihan yang terbaik karena prosedur cenderung lebih aman untuk mengurangi bekas luka dan depresi yang disebabkan oleh jerawat, cedera atau ketidaksempurnaan genetik. Filler juga dapat membuat kontur lebih jelas di pipi, rahang dan bibir.

Perawatan Filler

Dermal filler biasanya diberikan menggunakan injeksi ekstraoral di daerah yang membingkai gigi dan mulut, serta daerah cekung di sekitar mata dan di garis kerutan di antara alis. Jumlah filler dan area wajah serta kedalaman injeksi akan tergantung pada jenis filler dan efek yang diinginkan.

Secara umum, ada tiga jenis filler yang digunakan: sementara (non permanen),semi permanen,dan permanen. Sebagian besar dokter kecantikan lebih menyarankan filler non permanen dan semi-permanen karena apabila menggunakan filler permanen akan sulit lagi untuk di koreksi.

Filler Non Permanen

Filler non permanen pada umumnya berbasis asam hyaluronic. Filler yang paling umum di pasar adalah hyaluronic acid. Asam Hyaluronat secara alami sudah ada dalam tubuh manusia tetapi berangsur-angsur berkurang karena faktor usia,gaya hidup dan radikal bebas. Filler asam hyaluronic yang disuntikkan ekstraoral dibawah lipatan dan kerutan wajah berfungsi untuk menambah volume, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih alami.

Restylane, merupakan brand filler non permanen pertama di dunia. Fungsinya untuk mengisi beberapa area di wajah yang mulai mengendur,lipatan wajah di dahi,mata dan alis. Memperbaiki area cekungan bawah mata, membuat bibir lebih ber-volume, mempertegas kontur pipi, dagu dan rahang, melembutkan penampilan bekas luka pori -pori besar hingga bekas jerawat. Filler Restylane memiliki banyak jenis yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan kulit di antaranya Sub Q, Parlene, Restylane, Lip Volume dan Skinboosters yang berfungsi untuk meremajakan kulit di area wajah,leher, punggung tangan hingga dada. Filler Restylane ini dapat bertahan selama enam sampai dua belas bulan.

Filler Semi-Permanen

Filler Ini terdiri dari lebih tebal, zat sintetis biodegradable dan digunakan untuk garis wajah yang lebih dalam. Para ahli kecantikan akan menyarankan untuk perlu touch-up minggu setelah penyuntikan awal. Filler semi permanen akan bertahan antara dua belas dan delapan belas bulan.

Filler Permanen

Filler ini terbuat dari mikrosfer dan tidak diserap oleh tubuh. mengandung kolagen dan hanya direkomendasikan untuk daerah berkulit tebal, seperti lipatan nasolabial. Hal ini tidak dianjurkan untuk daerah sekitar mata atau bibir. Dan biasanya hasil akan bertahan sempurna hingga lima tahun atau lebih.

Proses penyuntikan dermal filler biasanya berlangsung 10 sampai 20 menit per sesi tergantung pada daerah yang dirawat dan jumlah filler yang disuntikkan. Jumlah filler akan tergantung pada kedalaman dan jenis serta kontur wajah masing-masing orang. Seperti prosedur kosmetik pada umumnya, akan ada efek samping seperti reaksi alergi, memar, mati rasa, bengkak, nyeri atau perubahan warna efek samping bersifat sementara dan akan hilang dalam waktu maximal 3 hari. Anda dapat segera melanjutkan kegiatan normal tetapi harus menahan diri dari gerakan berat dan menghindari kontak yang terlalu lama dengan sinar matahari langsung.

2018-01-26T07:04:08+00:00