4 Kelebihan Prosedur Filler & Botullinum Toxin

Di era modern ini, metode peremajaan wajah dengan prosedur non bedah (non invasif) semakin digemari. Antara lain melalui prosedur penyuntikan filler dan botullinum toxin.

Meskipun kedua prosedur ini sudah sangat banyak dilakukan dan semakin meluas penggunaannya di dunia kecantikan, namun tetap saja masih banyak orang yang takut untuk melakukannya karena mereka masih belum paham betul seluk beluk keduanya. Padahal jika dilakukan dengan dosis yang tepat, pada area yang tepat dan ditangani oleh dokter kecantikan yang kompeten dan berpengalaman, prosedur ini seharusnya sangatlah aman dan sangat minim resiko untuk dilakukan.
Berikut adalah beberapa keuntungan dari menjalani prosedur peremajaan wajah dengan filler dan botullinum toxin.

  1. Pemulihan
    Dengan prosedur non bedah, fase pemulihannya lebih cepat dibanding dengan teknik bedah invasif. Cairan atau gel yang digunakan pada Filler dan Botullinum toxin disuntikkan ke bawah lapisan kulit sehingga bekas luka hanya berupa sebuah titik kecil pada wajah yang akan hilang dalam waktu kurang lebih 15-30 menit.
    Sedangkan pada prosedur bedah, bagian yang akan diperbaiki harus dibedah, digunting dan dijahit. Proses pemulihan yang diperlukan untuk menghilangkan luka nyeri di wajah, lebam dan bengkak sisa operasi masih akan terlihat setelah beberapa waktu. Sisa bengkak kadang masih ada sehingga harus disamarkan dengan make-up. Masa pemulihan setelah bedah invasif membutuhkan waktu minimal enam bulan.
  2. Prosesnya lebih cepat
    Untuk satu rangkaian prosedur non bedah seperti injeksi Filler atau Botullinum toxin hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Sedangkan pada proses bedah, membutuhkan proses berjam-jam di meja operasi untuk menentukan bagian mana yang akan dibedah dan dijahit kembali.
  3. Resiko bekas luka lebih kecil
    Dalam prosedur injeksi filler, lapisan kulit disuntik menggunakan gel asam hialuronat yang berasal dari bakteri. Asam ini juga diproduksi manusia dan strukturnya sama seperti bakteri. Sehingga sebenarnya gel ini aman bagi kulit karena memungkinkan kulit menyerap air lebih banyak. Dengan senyawa yang aman untuk kulit dengan menggunakan teknik injeksi, risiko bekas lukanya lebih kecil dan senyawa asam hialuronat tidak menimbulkan risiko bagi penggunanya. Salah satu filler yang sudah terbukti aman karena sudah melalui serangkaian uji klinis dan memiliki bukti dokumentasi valid adalah RESTYLANE.
    Sedangkan pada teknik bedah, garis potong dan jahitan di kulit tak jarang akan menimbulkan luka bekas yang menghitam. Selain itu, luka ini juga sering membuat kulit menjadi bengkak dan lebam. Bahkan seringkali bekas jahitannya membuat orang menjadi tidak percaya diri karena merusak penampilan.
  4. Hasilnya terlihat lebih cepat dan alami
    Dengan prosedur non bedah, hasilnya sudah akan terlihat dalam waktu singkat. Sehingga tentunya akan memenuhi harapan semua orang untuk bisa menikmati hasil perawatan dan terlihat cantik dengan cepat dan instan.
    Bahan kandungannya yang dinilai aman juga akan membantu peremajaan kulit karena mengikat air lebih banyak, sehingga bagian yang disuntik akan terlihat lebih natural seperti tanpa habis melakukan prosedur perawatan.
    Sedangkan dengan prosedur bedah, sudah bisa dipastikan hasilnya tidak akan terlihat seketika karena proses pemulihannya cukup lama, dan seringkali hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hasil prosedur bedah lebih sulit untuk diubah karena sifatnya permanen. Akan dibutuhkan pembedahan ulang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
2018-01-26T07:18:16+00:00